Love. Kasih sayang menurut Allah dan Rasulullah

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

Surah Ad-Duha (93:3)

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

Surah Ad-Duha (93:4)

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.

Surah Ad-Duha (93:5)

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.

Surah An-Nisa’ (4:125)

قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلْ لِلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi. Katakanlah: Kepunyaan Allah. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.

Surah Al-An’am (6:12)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Surah Maryam (19:96)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Surah Ar-Rum (30:21)

ذَٰلِكَ الَّذِي يُبَشِّرُ اللَّهُ عِبَادَهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ ۗ وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

Surah Asy-Syura (42:23)

Advertisements

Akhlak. Moral.

Nabi Muhammad SAW bukan sahaja mempelopori tauhid, tapi terlebih dulu membina akhlak mulia, kesucian jiwa.

Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh, aku telah diutuskan untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Baihaqi dan Al-Hakim).

Anas RA berkata, “Sungguh, Rasulullah SAW benar-benar manusia dengan akhlak yang paling mulia. (HR Bukhari-Muslim).

Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA mengenai akhlak Rasulullah SAW. Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran.” (HR Muslim).

Al hadis; Muhammad adalah Al-Quran bergerak.

Sebagaimana kita ummat mengaku mengenal Rasullullah, kita juga dituntut untuk kenal dan sempurnakan akhlak Rasullullah, Al-Quran….

Adakah kita ghairah/ passion nak mencapainya?

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. Surah Al-Ma’idah (5:66)

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (Al-Quran), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Surah Al-Hadid (57:16)

PENYUCIAN DIRI

Dua jenis penyucian:

  • Pertama penyucian zahir, dilakukan dengan membasuh tubuh dengan air mutlak.
  • Keduanya ialah penyucian batin, diperolehi dengan sedar kekotoran di dalam diri, sedar dosa dan bertaubat dengan ikhlas . Penyucian batin perlu dibimbingan.

Nabi s.a.w bersabda, “Pada setiap pembaharuan wuduk Allah perbaharui kepercayaan hamba-Nya yang cahaya iman digilap dan memancar dengan lebih bercahaya” . Dan, “Mengulangi bersuci dengan wuduk adalah cahaya di atas cahaya”.

Kesucian batin boleh hilang, dengan sifat buruk iblis, syaitan dan hawa nafsu yang buruk perangai, sombong, takabur, menipu, mengumpat, fitnah, dengki dan ammarah. Sedar dan tidak sedar ia beri kesan kepada roh: bibir berdusta, telinga dengar umpat dan fitnah, tangan memukul, kaki berjalan kepada kejahatan.

Nabi s.a.w bersabda, “Mata juga berzina”. Panah syaitan berada di MATA. Dari mata turun ke hati. Hati merosakkan otak…

Al Baqarah

14. dan apabila mereka bertemu Dengan orang-orang Yang beriman, mereka berkata: ” Kami telah beriman “, dan manakala mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka berkata pula: ” Sesungguhnya Kami tetap bersama kamu, sebenarnya Kami hanya memperolok-olok (akan orang-orang Yang beriman)”.

15. Allah (membalas) memperolok-olok, dan membiarkan mereka meraba-raba Dalam kesesatan mereka (yang melampaui batas itu).

16. mereka itulah orang-orang Yang membeli kesesatan Dengan meninggalkan petunjuk;

Bila kesucian rohani batal, wuduknya adalah . taubat yang ikhlas, sedar kesalahan sendiri, . menyesal, disertai air mata yang membasuh jiwa, . berazam tak ulangi lagi, tinggalkan semua kesalahan, dengan memohon keampunan Allah, . berdoa agar Dia mencegah daripada buat dosa lagi.

Solat menghadap Allah. Berwuduk, di dalam kesucian, syarat untuk solat. Penyucian zahir tidak cukup sebab Allah melihat ke dalam lubuk hati, yang perlu wuduk dengan cara bertaubat.

Firman Allah: “Inilah apa yang dijanjikan untuk kamu, untuk tiap-tiap orang yang bertaubat, yang menjaga (batas-batas)”. (Surah Qaaf, ayat 32).

Penyucian tubuh dan wuduk zahir terikat dengan masa kerana perkara yang membatalkan wuduk. Penyucian alam batin, wuduk bagi diri tidak kelihatan, tak tentu masa. Ia untuk seluruh kehidupan abadi.

Akhlak Untuk Isra’ kepada Allah

Akhlak Untuk Isra’ kepada Allah

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

 

Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu´min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

Surah Al-Isra’ (17:9)

 

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

Surah Al-Isra’ (17:13)

 

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.

Surah Al-Isra’ (17:14)

 

 

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah melalui kalamNya Al-Quran), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Surah Al-Isra’ (17:15)

 

 

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Surah Al-Isra’ (17:18)

 

 

وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

Surah Al-Isra’ (17:19)

 

 

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).

Surah Al-Isra’ (17:41)

 

 

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا

Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: Sesungguhnya Tuhanmu meliputi segala manusia. Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

Surah Al-Isra’ (17:60)

 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Surah Al-Isra’ (17:79)

 

 

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya).

Surah Al-Isra’ (17:89)

 

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

Katakanlah: Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

Surah Al-Isra’ (17:107)

 

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩

Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu´.

Surah Al-Isra’ (17:109)

 

 

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.

Surah Al-Isra’ (17:110)

Dosa dan Pahala menurut Al-Quran dan Hadis

Image

===========
Dosa & Pahala
===========
Setiap amal perbuatan kita akan diperhitungkan. Hidup adalah medan ujian untuk menilai siapakah manusia terbaik di kalangan berbillion hamba-hamba Allah.

Dalam perjalanan rohani mentauhidkan Allah, melalui Islam, Iman dan Ehsan… Feqah, Usuluddin, Tasawwuf…
Allah swt menguji hambanya dalam setiap tingkatan, masa, ruang, mengikut kehendakNya

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan,
dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Surah Al-Mulk (67:1)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
Surah Al-Mulk (67:2)

Dalam menghadapi ujian Allah, dia menyediakan suatu index/ kayu ukur sebuah tindakan, apakah masuk kategori kesalahan (Dosa) atau kebaikan (Pahala) itu, adalah ketenangan dan ketidaktenangan dalam diri…….dalam hati.

Rasulullah berkata:
”Mintalah fatwa kepada hati dan jiwamu.
Kebaikan (pahala) ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tenteram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada walaupun orang-orang telah memberi fatwa kepadamu”. (HR. Muslim)

“Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu (dosa, maka berpindahlah) kepada apa-apa yang tidak meragukanmu (pahala), kerana jujur itu adalah ketenangan (pahala) dan dusta itu adalah keraguan (dosa).”
(HR. At-Tirmidzi)

Hadis daripada Al-Nawwas bin Sam’aan al-Ansari R.A bahawa Rasulullah s.a.w bersabda;
”Dosa adalah apa yang menimbulkan keresahan di jiwamu dan kamu benci ia dilihat manusia.” (Riwayat Muslim)

وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat ketenangan), dan sesungguhnya pahala (ketenangan) dari sisi Allah adalah lebih baik (daripada dosa), kalau mereka mengetahui.
Surah Al-Baqarah (2:103)

Hadis daripada Abu Hurairah R.A bahawa Rasulullah s.a.w bersabda;
”Sesiapa yang berniat untuk melakukan suatu kebaikan namun dia tidak melakukannya, ditulis juga untuknya satu kebaikan (pahala).
Sesiapa yang berniat melakukan kebaikan lalu dia melakukannya, dituliskan untuknya sepuluh kebaikan (pahala) sehingga tujuh ratus gandaan. Sebaliknya sesiapa yang berniat melakukan kejahatan namun dia tidak melakukannya, tidak akan ditulis sebarang kejahatan untuknya, jika dia melakukannya barulah ditulis (dosa satu kejahatan untuknya)”.
(Riwayat Muslim)

Bagaimana campur tolak dosa dan pahala?
==============================
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik (pahala) itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
Surah Hud (11:114)

Pahala, Dosa boleh erase/ padam/ tambah/ kurang?
====================================
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Az-Zumar 39:53)

Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka – dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah -, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). (Ali ‘Imraan 3:135)

Dalam meningkatkan Iman seterusnya ke Ehsan:
===================================
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.
Surah Al-Isra’ (17:14)

Di dunia ini, sentiasa zikir, fikir dan ikhtiar… Bahasa modern ini kita panggil Plan Do Check Action…
Allah kurniakan kita masa… Masa yang cukup untuk kita menghisab diri… Allah telah kurniakan kita sebuah neraca… Al-Furqan …Untuk mempertimbangkan tindakan kita atas segala ujian Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar.
Surah Al-Anfal (8:29)

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,
Surah Al-Furqan (25:1)

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Dan sempurnakanlah sukatan (pertimbangan) apabila kamu menyukat (membuat pertimbangan), dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Surah Al-Isra’ (17:35)

Tempat simpanan dosa dan pahala?
==========================
كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ

Sekali-kali jangan curang, kerana sesungguhnya kitab orang yang durhaka (dosa) tersimpan dalam sijjin.
Surah Al-Tatfif (83:7)

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ

Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (pahala, tersimpan) dalam ´Illiyyin.
Surah Al-Tatfif (83:18)

Pahala dan dosa penentu bahagia dan sengsara hidup di dunia dan di akhirat.
======================================================
Di akhir hayat nanti pengadilan dijalankan Allah

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
Surah Al-Mu’min (40:17)

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
Surah Al-Isra’ (17:71)

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya (berdosa), maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
Surah Al-Haqqah (69:25)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan (pahala) seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Surah Az-Zalzalah (99:7)

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan (dosa) sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Surah Az-Zalzalah (99:8)

Pahala dan dosa benar-benar menunjukkan besarnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita hamba-hamba-Nya.

Dihisab/ Tanpa hisab?
================
Dari ‘Aisyah (Ummul Mukminin): Nabi bersabda, “Tiada seorang pun yang dipanggil untuk dihisab pada Hari Kebangkitan, melainkan hanya akan binasa.”. Aku bertanya, “Wahai Nabi ALLAH! Bukankah ALLAH telah berfirman, “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah? (QS.84:7-8). Nabi ALLAH bersabda, “Tersebut maksudnya hanyalah pembentangan kitab amalan, tetapi barangsiapa yang kitab amalannya dipersoalkan pada Hari Kebangkitan, pastinya akan diazab.”. (HR Bukhary: Kitab #76, Hadith #545)

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah sahaja yang akan disempurnakan balasan mereka dengan tanpa dihisab”. [Surah az-Zumar, ayat 10]

Dari Ibnu ‘Abbas: Nabi bersabda, “Umat Manusia dipertunjukkan di hadapanku dan aku melihat seorang Nabi melewati dengan sekumpulan besar pengikutnya, dan seorang Nabi lagi melewati dengan hanya sekumpulan kecil pengikut, dan seorang lagi Nabi melewati dengan hanya 10 orang pengikut, dan seorang lagi Nabi melewati dengan hanya 5 orang pengikut, dan seorang lagi Nabi melewati hanya berseorangan. Kemudiannya aku memandang lagi lalu melihat segolongan manusia yang besar jumlahnya, lalu aku bertanyakan Jibril, “Adakah mereka ini pengikutku?”. Dia menjawab, “Tidak, tetapi pandanglah ke sebelah ufuk.”. Aku memandang lalu melihat segolongan manusia yang teramat besar jumlahnya. Jibril berkata, “Mereka itulah para pengikutmu, dan yang di barisan hadapannya ialah 70,000 orang yang langsung tidak dihisab amalan mereka dan tidak pula mereka diazab.”. Aku bertanya, “Kenapa sedemikian?”. Dia menjawab, “Oleh kerana mereka itu tidak terlibat dalam melecurkan diri, tidak terlibat dengan Ruqyah, tidak terlibat dengan khurafat; mereka hanya yakin dengan Tuhan mereka semata-mata.”. Mendengar itu, ‘Ukashah bin Mihsan bangun lalu berkata, “Mohonlah dari ALLAH supaya aku salah seorang dari mereka.”. Nabi bersabda, “Ya ALLAH, jadikan dia salah seorang dari mereka.”. Kemudian seorang lelaki lain bangun seraya berkata, “Mohonlah dari ALLAH supaya aku salah seorang dari mereka.”. Nabi bersabda, “Ukashah telah mendahului kamu.” (HR Bukhary: Kitab #76, Hadith #549)

Selamat Hari Raya

IMG-20130806-WA0008

Assalamualaikum…

Atas dasar kerana puasa Ramadhan seseorang belum tentu diterima oleh Allah,
maka ucapan selamat yang diajarkan oleh Rasulullah sesama muslim bersua di hari Idul Fithri :

”Taqobalallahu minna waminkum,
waja’alana minal aidil wal faizin”,

“Semoga Allah menerima amalan ramadhan saya dan anda sekalian,
dengan demikian kita akan menjadi orang yang kembali

(1. kepada Sang Pencipta bagi yang dipilih)

“Hai manusia! Sesungguhnya engkau harus berusaha dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, hingga engkau menemuiNya”. (QS Al Insyiqaaq 84 : 6)

“Kamu akan kembali menemui-Nya, sebagaimana Ia menciptakan pada mulanya”. (QS Al A’raaf 7 : 29).

“Puasa adalah milikKu dan Aku yang paling berhak memberikan ganjaran untuknya”. (Al Shawm li wa-ana ajabihi) (Hadits Qudsi).

(2. kepada kebahagian dan ketenangan bagi para pencari kerana telah beroleh Kemenangan atas penaklukan hawa nafsu selama berpuasa di bulan Ramadhan)”

“Barangsiapa yang melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh dengan penuh keimanan kepada Allah maka apabila ia memasuki Idul Fitri ia akan kembali menjadi fitrah seperti bayi dalam rahim ibunya”. (HR Bukhari).

“Banyak orang berpuasa, hendaknya telingamu berpuasa dan juga matamu, lidahmu dan mulutmu, tanganmu dan setiap anggota tubuhmu”. (Hadits).

Hai manusia! Sesungguhnya kamu harus berusaha dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, hingga kamu menemui-Nya”. (QS Al Insyiqaaq 84 : 64).

‘Barangsiapa yang mengharapkan bertemu dengan Allah, maka suatu saat waktu yang dijanjikan Allah akan tiba”. (QS Al Ankabuut 29 : 5).

(3. kepada sedia kala bagi yang tidak mengerti)

“Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh kebaikan dari puasanya kecuali lapar dan haus”. (Hadits).

Selamat Hari Raya dan Maafkan saya zahir dan batin.

(Mana nak cari lemang lagi nih… Stock habis.!!! 😉

Pilihanraya sudah tamat. Sekarang adalah masa untuk bersatu.

Taat Pada Allah, Rasulullah dan Pemimpin.
Fahamilah, ini adalah asas kesatuan umat akhir zaman.

‘Wahai orang-orang yang beriman!
• Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara)
• sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan RasulNya;
• dan bertaqwalah kamu kepada Allah;
• sesungguhnya Allah Maha Mendengar,
• lagi Maha Mengetahui.’
Al-Quran (49:1)

Qutaibah bin Said telah menceritakan kepada kami, Laith telah menceritakan kepada kami. Di dalam jalur lain disebutkan bahawa Muhammad bin Rumh telah menceritakan kepada kami, Laith telah menceritakan kepada kami daripada Nafi’ daripada Ibn Umar daripada Nabi SAW bersabda :
• “Ketahuilah bahawa setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian bertanggungjawab ke atas apa yang dipimpinnya.
• Seorang pemimpin yang memimpin manusia akan bertanggungjawab ke atas rakyatnya.
• Seorang lelaki adalah pemimpin ke atas keluarganya, dan dia bertanggungjawab ke atas mereka semua.
• Seorang wanita juga pemimpin ke atas rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia bertanggungjawab ke atas mereka semua.
• Seorang hamba adalah pemimpin ke atas harta tuannya, dan dia bertanggungjawab atas harta tersebut.
• Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggungjawab ke atas kepemimpinannya.”

Dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadis:
Surah An-Nisa
[59] “Wahai orang-orang yang beriman,
• taatlah kamu kepada Allah
• dan taatlah kepada Rasulullah
• dan kepada “Ulil-Amin” (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu”.

Abu Hurairah mentafsirkan perkataan ulil amri dalam ayat 59 Surah An-Nisa’ di atas sebagai ‘golongan pemerintah’ (Tafsir Al-Tabari).

“Sesiapa yang taat kepada Ku,
• beerti ia taat kepada Allah,
• sesiapa yang derhaka kepadaKu
• bermakna dia derhaka kepada Allah;
• sesiapa yang taat kepada pemerintah
• bermakna ia taat kepadaKu,
• dan sesiapa yang derhaka kepada pemerintah
• bermakna ia derhaka kepadaKu.”
(Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

“Kamu akan diperintah oleh pemerintah-pemerintah selepas aku;
• yang baik akan memerintah kamu dengan kebaikannya
• dan yang tidak baik akan memerintah kamu dengan keburukannya,
• maka hendaklah kamu dengar dan taat kepada mereka pada setiap perintah yang sesuai dengan kebenaran;
• sekiranya mereka melakukan kebaikan, maka kebaikan itu bagi kamu dan bagi mereka;
• tetapi sekiranya mereka melakukan kejahatan, maka kamu akan beroleh kebaikan, tetapi mereka akan menerima akibat kejahatan yang mereka lakukan.”
(AI-Mawardi dalam kitabnya Al-Ahkam al-Sultaniah dari riwayat Abu Hurairah).

“Sesiapa yang menarik kesetiaannya kepada pemerintah,
• ia menemui Allah tanpa sebarang hujah,
• sesiapa yang mati tanpa kesetiaan kepada pemerintah,
• mati ia seperti dalam jahiliah (maksiat)”. (Riwayat Muslim)

“Taatilah kepada pemerintah kamu
• bagaimanapun keadaannya
• sekiranya mereka memerintahkan kamu dengan perintah yang sesuai dengan ajaranKu,
• maka mereka akan diberi pahala
• dan kamu juga akan diberi pahala kerana mentaati mereka;
• sekiranya mereka memerintah kamu dengan perintah yang tidak sesuai dengan ajaranKu,
• maka dosanya ditanggung oleh mereka
• dan kamu terselamat dari dosa.”
(Riwayat Al-Tabari)

“Sekiranya kamu berada di bawah pemerintah-pemerintah
• yang menyuruhkan kamu mendirikan sembahyang, menunaikan zakat dan berjihad,
• maka haramlah ke atas kamu mencaci mereka
• dan halallah bagi kami mengikut mereka”.
(Riwayat Al-Tabrani)

“Sesiapa yang datang kepada kamu
• pada hal kamu semua bersatu di bawah seorang pemerintah,
• ia ingin penderhakaan dan memecah perpaduan kamu,
• maka hendaklah ia dibunuh.”
(Riwayat Abu Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’I)

Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah s.a.w bersabda:
”Sesiapa yang tidak mematuhi Imam dan memencilkan diri dari jamaah lalu dia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah.
• Sesiapa yang mati terbunuh di bawah bendera kefanatikan, bermusuhan dan berperang kerana fanatik kesukuan, dia bukanlah umatku.
• Dan sesiapa yang keluar dari umatku lalu menyerang umatku, membunuh orang-orang baik dan orang-orang jahat tanpa mempedulikan apakah dia orang mukmin atau tidak dan tanpa mengendahkan janji yang telah dibuatnya, orang itu juga bukan umatku.”
(Muslim)
Inilah nas-nas Al-Quran dan Hadis yang mewajibkan umat yang mentaati pemimpin dan pemerintah.

Dalil Akal:
Islam “tidak akan dapat ditegakkan tanpa wujudnya pemerintah yang ditaati” (Imam al-Ghazali, al-Iqtisad dan Fi al-I’tiqad).
Mentaati ketua adalah “sebahagian dari asas-asas utama bagi syariat Islam yang suci dan benar ini” (al-Absyihi al-Mustatraf).

Al-Hassan al-Bashri rahimahullah berkata:
• “..kejahatan para pemimpin itu merupakan salah satu bentuk murka Allah Ta’ala.
• Murka Allah itu tidak dapat dihadapi dengan pedang, tetapi dapat dicegah dan dirolak dengan doa, taubat, kembali ke jalan Allah, dan menjauhkan diri dari segala dosa.
• Sesungguhnya jika murka Allah dihadapi dengan pedang, murka tersebut akan menjadi lebih parah.”
[Al-Wajiiz fii ‘Aqiidatis Salafish Shaalih, hal. 190]

Penutup:
‘Sebahagian (dari umat manusia)
• diberi hidayah petunjuk oleh Allah (dengan diberi peringatan-peringatan);
• dan sebahagian lagi (yang ingkar) berhaklah mereka ditimpa kesesatan (dengan pilihan mereka sendiri),
• kerana sesungguhnya mereka telah menjadikan Syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin (yang ditaati) selain Allah.
• Serta mereka pula menyangka, bahawa mereka berada dalam petunjuk hidayah.’
Al-Quran (7:30)

‘Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya
• lalu mereka memilih dan menurut akan yang sebaik-baiknya (pada segi hukum ugama);
• mereka itulah orang-orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah
• dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna.’
Al-Quran (39:18)

… Dan siapakah pula yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
Al-Quran (4:87)

Rasulullah (s.a.w) bersabda:
‘Sesungguhkan di kemudian hari nanti akan berpecah-pecah umatku
• sebagaimana berpecahnya kaum Yahudi dan Nesrani dalam ugama mereka.
• Berpecah umatku menjadi 73 firqah (atau golongan atau mazhab),
• 72 golongan atau firqah atau mazhab masuk Neraka dan satu (sahaja) masuk Syurga.’
• Maka bertanya para sahabat: ‘Siapa golongan yang satu itu, ya Rasulallah (s.a.w)?’
• Sabda Rasulallah (s.a.w): ‘Iaitu yang mengikut jalanku (yakni, sunnah beliau atau as-Sunnah) dan jalan sahabat-sahabatku yang benar lagipun diberi petunjuk oleh Allah (a.w).’
(Hadith sahih riwayat at-Termidzi)

“.. Dan apa jua suruhan yang dibawa oleh Rasulullah kepada kamu,
maka ambillah akan dia serta amalkan,
dan apa jua yang dilarangnya kamu melakukannya maka patuhilah larangannya …”
(7, Al-Hasyr).

Dari Abu Hurairah, r.a., dari Nabi s.a.w., bahawa Baginda bersabda:
“Aku tinggalkan dalam kalangan kamu dua perkara yang kamu tidak sekali-kali akan sesat selagi kamu berpegang teguh kepada keduanya,
iaitu kitab Allah (Al-Quran) dan sunnah Rasulullah,” (s.a.w.).
(Imam Malik).