Sabar itu sepenuhnya iman…

Note_20131111_080516_01

Sesungguhnya sabar itu bukanlah sebahagian iman . ..
Bahkan sabar itu sepenuhnya iman . ..

Dalil –
1. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Surah Al-Baqarah (2:153)

Orang yang tiada sabar – tiada berserta Allah – Tiada iman

2.
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Surah Al-Baqarah (2:177)

Semua di atas memerlukan sabar 

3. 
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Katakanlah: Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Surah Ali ‘Imran (3:15)

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,
Surah Ali ‘Imran (3:16)

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
Surah Ali ‘Imran (3:17)

Semuanya memerlukan sabar 

4.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Surah Ali ‘Imran (3:142)

Bagaimana kedudukan sabar?

5.
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Surah Ali ‘Imran (3:186)

Keutamaan sabar?

6.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
Surah Ali ‘Imran (3:200)

7.
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Surah Al-Anfal (8:46)

8.
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
Surah Ta Ha (20:132)

9.
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
Surah Al-Balad (90:17)

10.
Fikirlah sendiri. Janganlah berdalih macam kaum rasul-rasul terdahulu.

11.
“Orang yang gagah perkasa tidak diukur dengan kemenangan dalam pertarungan, tetapi kekuatan yang sebenar ialah orang yang dapat mengawal dirinya (sabar) ketika marah.”

[Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim]

12.
Sa’eed bin Musayyeb berkata: Pada suatu ketika, Rasulullah SAW duduk-duduk bersama dengan para Sahabat. Muncul seorang lelaki lalu dia mencela dan memaki hamun Abu Bakar r.a hingga menyebabkan Abu Bakar ’sakit’ mendengarnya. Tetapi Abu Bakar terus mendiamkan diri. Lelaki itu meneruskan lagi celaan dengan bahasa yang lebih kasar terhadap Abu Bakar, namun beliau masih terus mendiamkan diri. Masuk kali ketiga, apabila lelaki itu terus menyakiti Abu Bakar dengan lisannya, Abu Bakar bingkas mahu menjawab balik.

Lalu Baginda Rasulullah SAW bangun. Abu Bakar r.a bertanya , ” Apakah engkau marah denganku wahai Rasulullah? ” Baginda menjawab , ” Tidak , cuma semasa kamu mendiamkan diri, Malaikat turun dari Langit bertindak(membalas) terhadap kata-kata (cacian) lelaki itu. Tetapi sebaik sahaja kamu mula membalas cacian lelaki itu, Malaikat melarikan diri lalu Syaitan datang dan duduk. Aku tidak boleh duduk di tempat yang Syaitan duduk di situ.”

[ Hadith riwayat Abu Dawud]

13.
Kesabaran merupakan dhiya’ (cahaya yang amat terang). Dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, “…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…” 

[Hadis Riwayat Muslim]

Zikir Fikir Ikhtiar

⭕⭕⭕

Setelah mengetahui yang demikian, apakah tindakan pembetulan?

❔❔❔

SABAR, LEMAH LEMBUT DAN MENAHAN AMARAH

Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menuntut ilmu. Tanpa ilmu, tindakan kita tiada berserta Allah. Kita tidak nampak Allah dalam setiap kejadian (ehsan). Kita hanya bereaksi menurut hawa nafsu, hasutan jin, syaitan dan iblis. Apabila ilmu yang dituntut tidak dapat mengubah diri ke arah akhlak yang mulia, batalkan sahaja ilmu itu. Angkat kaki, dan teruskan pencarian.

Dengan iktikad, hanya hendak Allah dan Rasullullah. Ilmu yang hendak dituntut ialah ilmu Islam, Iman dan Ehsan.

Setelah engkau tahu rukun Islam, lanjutkanlah perjuangan mencari pembimbing bagi memahami Iman dan Ehsan.

🌐🌐🌐

Allah dan Rasulullah telah menjelaskan berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit marah, yaitu:

1.

Secara umumnya melatih diri untuk bersabar, menahan diri ketika marah ialah menggunakan akal mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. 

Rasulullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya: “Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa).”(H.R Muslim).

Rasulullah bersabda kepada seseorang sahabat yang meminta nasihat: “Janganlah kamu marah.” Dan beliau mengulangi berkali-kali dengan bersabda: “Janganlah kamu marah.” (HR. Bukhari).

Rasulullah bersabda: “Bukanlah dikatakan seorang yang kuat dengan bergelut, akan tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan marah.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Dari hadis ini diambil faedah bahawa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga Rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya agar tidak marah.

2.

Berdoa kepada Allah yang membimbing dan menunjuk hamba-hamba Nya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari diri mereka. Allah berfirman: “Berdoalah kalian kepada-Ku nescaya akan Aku kabulkan.” (Ghafir: 60).

3.

Terus menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahmid, bertahlil, berselawat dan beristighfar. Dia berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’d : 28).

4.

Mengingat nas-nas yang menganjurkan untuk menahan amarah dan balasan bagi orang yang mampu menahan amarahnya, seperti sabda Nabi : “Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya dihadapan para makhluk-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari syurga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemahuannya.” (HR. Tirmidzi, ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat Shahihul jami’ No.6398).

5.

Mengingat bila dimarahi, Allah lah yang hakikatnya berkehendak begitu. Ini kerana nas ‘Tidak bergerak satu zarah pun melainkan kehendak Allah’. Sebenarnya Allah lah yang berkehendak supaya anda dimarah. Maka sabarlah & redhalah dengan ujian Allah.

6.

Merubah posisi ketika marah sebagaimana sabda Rasulullah: “Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah berbaring.” (Al-Misykat 5114).

7.

Berlindung dari syaitan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya. Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela.

Allah Subhanahu wa ta’ala mencintai kelembutan, sebagaimana sabda Rasulullah : ” Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyenangi kelembutan dalam segala urusan. Dan Dia memberikan pada kelembutan apa yang tidak diberikan-Nya kepada kebengisan.” (HR. Muslim).

Bersegeralah menghiasi diri dengan akhlak terpuji yang dimiliki Rasulullah dan dicintai Allah ini. Dan jauhilah kemarahan, kebengisan dan ketidak ramahan, kerana yang demikian akan menghinakan darjat pelakunya dan membuat keonaran dikalangan manusia serta menimbun dosa disisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Sabda Rasulullah : “Barangsiapa yang dihalangi untuk berakhlak lembut, maka ia akan dihalangi dari seluruh kebaikan.”(HR Muslim)

Hadis Nabi SAW :

Di dalam dada anak cucu Adam ada seketul darah beku,

baik darah beku itu maka baiklah seluruh anggota tubuh badan. Tak baik darah beku itu maka rosaklah seluruh anggota tubuh badan.

Ketahuilah itu adalah ”NAFS” atau ”QALB”.

MULIAKANLAH DIRIMU

SEPERTI KAMU MULIAKAN AL-QURAN

DAN

LETAKKANNYA DI TEMPAT YANG TINGGI DAN TERPUJI

INILAH SEBENAR-BENAR DIRI…

(MAKAM MAHMUDAH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s