Asal usul kejadian manusia dalam Al-Quran

PhotoGrid_1425135008359

Asal usul kejadian manusia dalam Al-Quran..

Nabi Adam A.S.:-

Al-Hijr:- [26] Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat yang kering, yang berasal dari  tanah kental yang berubah warna dan baunya.

[33] Iblis menjawab: “Aku tidak patut sujud kepada manusia yang Engkau jadikan dia dari tanah liat yang kering,  yang berasal dari tanah kental yang berubah warna dan baunya”.

Ar-Rahman:- [14] Ia menciptakan manusia (lembaga Adam) dari tanah liat kering seperti tembikar,

Manusia selain nabi Adam A.S. dan Siti Hawa:- Terjadi dalam 3 alam kegelapan iaitu:-[NUTFAH >>MUDGHAH>>ALAGHAH].

Al-‘Alaq:- [2] Ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku

At-Tariq:- [5] (Setelah mengetahui yang demikian), maka hendaklah manusia memikirkan: dari apa ia diciptakan. [6] Ia diciptakan dari air (mani) yang memancut (ke dalam rahim) – [7] Yang keluar dari “tulang sulbi” lelaki dan “tulang dada” perempuan.

al-najm:- [45] Dan bahawa sesungguhnya, Dia lah yang menciptakan pasangan – lelaki dan perempuan, – [46] Dari (setitis) air mani ketika dipancarkan (ke dalam rahim)

Faatir:- [11] Dan Allah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari (setitis) air benih, kemudian Ia menjadikan kamu berpasangan (lelaki dan perempuan). Dan tiada mengandung seseorang perempuan  (juga seekor betina), dan tidak pula satu-satunya melahirkan (anak yang dikandungnya) melainkan dengan keadaan  yang diketahui Allah. Dan tidak diberikan seseorang berumur panjang, juga tidak dijadikan seseorang pendek umurnya, melainkan ada kadarnya di dalam Kitab Ilahi. Sesungguhnya yang demikian itu mudah sahaja kepada Allah.

Al-Mursalaat:- [20] Bukankah Kami telah menciptakan kamu dari air (benih) yang sedikit dipandang orang? [21] Lalu Kami jadikan air (benih) itu pada tempat penetapan yang kukuh, [22] Hingga ke suatu masa yang termaklum? [23] Serta Kami tentukan (keadaannya), maka Kamilah sebaik-baik yang berkuasa menentukan dan melakukan (tiap-tiap sesuatu)

Al-Mu’minun:- [14] Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku. lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging.  Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk dia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya. Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta.

Al-Hajj:- [5] Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari (kiamat),maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan Kami); dan Kami pula menetapkan dalam kandungan rahim (ibu yang mengandung itu) apa yang Kami  rancangkan hingga ke suatu masa yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak;  kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang  dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga ia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu. Dan (ingatlah satu bukti lagi);  Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya  (dengan tumbuh-tumbuhan yang merecup tumbuh), dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis  tanaman yang indah permai.

As-Sajdah:- [7] Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan sebaik-baiknya, dan dimulakanNya kejadian manusia berasal dari tanah; [8] Kemudian Ia menjadikan keturunan manusia itu dari sejenis pati, iaitu dari air (benih) yang sedikit dipandang orang; [9] Kemudian Ia menyempurnakan kejadiannya, serta meniupkan padanya: roh ciptaanNya. Dan Ia mengurniakan kepada kamu  pendengaran dan penglihatan serta hati (akal fikiran), (supaya kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu  bersyukur.

At-Tiin:- [4] Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya). [5] Kemudian (jika ia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu-bertuhankan hawa nafsu), Kami kembalikan dia ke serendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah, [6] Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka beroleh pahala yang tidak putus-putus.

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah! maka terjadilah ia.

Surah Ya Sin (36:82)

Barakallah…

One thought on “Asal usul kejadian manusia dalam Al-Quran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s